Internasional
Hakim tolak larang boneka Sarkozy
Friday, 31/10/2008 - 16:31 WIB - Oleh: Roni Muchtar
Pengadilan di Prancis menolak upaya Presiden Nicolas Sarkozy melarang penjualan perlengkapan yang mencakup boneka voodoo dirinya. Presiden Sarkozy berdalih, perlengkapan itu melanggar hak ekslusif atas citra dirinya, tapi hakim menyatakan, pembuatan produk itu tidak melanggar kebebasan menyatakan pandangan. Ini merupakan kali keenam presiden Prancis ini mengajukan gugatan hukum sejak terpilih tahun lalu. Dari Paris, wartawan BBC Alasdair Sandford melaporkan, saat menyatakan penolakannya terhadap kasus itu, hakim mengatakan, boneka Nicolas Sarkozy itu tidak melanggar martabat kemanusiaan dan bukan pula serangan yang bersifat pribadi. Pembuatan boneka itu semata-mata bentuk dari kebebasan untuk menyatakan pendapat dan hak untuk melakukan humor, tambah hakim. Kasus ini menarik banyak perhatian media dan publik di Prancis, termasuk banyak ejekan, dan mendongkrak boneka santet Sarkozy itu masuk ke dalam daftar barang jualan terlaris di internet.
Paket mainan itu terdiri dari satu boneka presiden dan riwayat hidup yang bersifat cemoohan. Para pembaca dipersilakan untuk menyematkan lencana pada boneka yang dibalut dengan berbagai kalimat yang membuat Sarkozy terkenal. Bekas saingannya untuk jabatan presiden, yaitu Segolene Royal dari Partai Sosialis yang juga dikarikaturkan dengan boneka lainnya, mengkritik gugatan hukum yang dilancarkan Presiden Sarkozy. Royal sendiri mengaku, dia suka humor.
Sumber & Foto: bbc.uk







