Teknologi
National IT Expo 2009
7-11 Mei 2009 di Banda Aceh
Saturday, 02/05/2009 - 15:10 WIB - Oleh: [H!]Magazine
“IT merupakan bisnis yang tak pernah mati,” kata Ketua Apkomindo Aceh, Amir Faisal kepada Serambi dalam sebuah obrolan santai beberapa waktu lalu. IT khususnya internet, memang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sejak pertama sekali merambah Indonesia.
Kebutuhan akan perangkat IT perlahan-lahan mengalami bergeseran, dari sebelumnya personal computer (PC) alias desktop, beralih ke komputer jinjing/laptop yang lebih fleksibel dan simpel karena dapat digunakan dimana saja dengan harga makin terjangkau. Data Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), penjualan laptop tahun 2008 mencapai 1,2 juta unit, hampir mengejar penjualan PC yang mencapai 2 juta unit. Menariknya di Aceh, peningkatan pangsa pasar laptop awalnya dipengaruhi oleh aktivitas rehab rekon.
Banyaknya uang yang beredar dan mobilitas yang tinggi, laptop ibarat menjadiperangkat kerja utama. Munzir, menyebutkan, 50 persen laptop high-end (menengah ke atas) yang masuk ke Indonesia mengalir ke Aceh. “Tapi saat ini, pascarehab rekon, selera laptop memang sudah mulai bergeser ke kelas ideal produk,” akunya. Penjualan terhadap acessories pendukung IT juga meningkat, bahkan diyakini jauh lebih tinggi dari peningkatan penjualan komputer sendiri. Pemilik grosir IT acessories, Global Station, Zaldi Maulana, mengatakan, peningkatan itu terjadi karena acessories IT merupakan barang kebutuhan pelengkap setelah barang utamanya ada, yakni komputer.
Animo masyarakat yang tinggi itu jelas terlihat pada saat acara pameran komputer ‘Atjeh Comtech 2008’ Juni tahun lalu, Ketua Panitia acara, Munzir, menyebutkan, transaksi yang dicapai selama pameran sebesar Rp 10 miliar dengan jumlah pengunjung mencapai 37.000 orang. Karena keberhasilan tersebut, Munzir kemudian kembali dipercaya menjadi ketua panitia pada acara pameran serupa: National IT Expo 2009 (NIX 09) yang akan digelar pada tanggal 7-11 Mei nanti. “Ini pameran IT terbesar seri 13 Kota di seluruh Indonesia yang diselenggarakan secara nasional,” ujarnya.
Dari pameran-pameran itu diharapkan, IT akan semakin dikenal oleh masyarakat. Apalagi sebagaimana ditambahkan Kabid Hubungan Ekternal dan Pemerintah Apkomindo Aceh, Radhi Darmansyah, diperkirakan baru sekitar 30 persen masyarakat Aceh yang menggunakan komputer. “Karena itu, Apkomindo Aceh punya visi memasyarakatkan IT di rumah tangga. Dengan harga terjangkau, rumah tangga sudah dapat memiliki komputer plus monitor yang dapat mengakses internet. Kita akan bekerjasama dengan PT Telkom,” kata Amir. Melihat persentase penggunaan perangkat IT di Aceh, visi tersebut sekaligus memastikan bahwa pangsa pasar bisnis IT di Aceh masih sangat menjanjikan. Apalagi dengan usainya rehab rekon, infrastruktur mencapai tujuan tersebut telah tersedia. IT memang seperti bisnis yang tak pernah mati.
(Sumber: Serambi Indonesia)







