Internasional
Presiden Perancis menentang burka
Tuesday, 23/06/2009 - 12:03 WIB - Oleh: Roni Muchtar
Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, dalam pidato di depan parlemen, menentang penggunaan burka di kalangan wanita Muslim di Perancis. Sarkozy mengatakan burka, baju yang menutupi wanita dari kepala sampai kaki, merongrong martabat perempuan. Sarkozy mengataka mendukung pembentukan komisi parlemen untuk meneliti apakah perlu untuk melarang penggunaan burka dalam masyarakat. Tahun 2004, Perancis melarang penggunaan jilbab di sekolah-sekolah negri. ‘Tidak akan dibiarkan’ “Kita tidak dapat menerima wanita di negara kita ini menjadi tahanan di balik baju, terputus dari kehidupan sosial, dan tidak diketahui identitas mereka,” kata Sarkozy di depan sidang khusus parlemen di Versailles.“Burka bukanlah simbol agama, melainkan simbol kepatuhan. Langkah ini tidak akan dibiarkan di republik Perancis,” kata presiden Perancis itu.
Namun ia menekankan bahwa Perancis “tidak boleh memerangi hal yang salah”, dengan mengatakan “agama Islam harus dihargai seperti halnya agama lainnya” di negara itu.
Sejumlah anggota parlemen telah menyerukan pembentukan komisi khusus untuk meneliti apakah wanita yang mengenakan burka merongrong sekulerisme Perancis, kata wartawan BBC, Emma Jane Kirby di Paris.
Para anggota parlemen juga ingin meneliti apakah wanita yang menggunakan burka itu melakukannya secara sukarela atau dipaksa, kata wartawan kami.
Pidato Sarkozy itu adalah pidato pertama presiden Perancis di depan parlemen sejak abad ke 19 – dan hal itu dimungkinkan dengan amandemen konstitusi yang diterapkan tahun lalu.
Sarkozy juga bertemu dengan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifah al-Thani hari Senin.
Tahun 2004, Perancis melarang jilbab dan simbol-simbol agama lainnya di sekolah-sekolah negri sehingga menimbulkan debat hangat di negara itu dan di luar negri.
Para anggota pemerintah Perancis sendiri terpecah atas masalah ini.
Mentri imigrasi, Eric Besson, mengatakan larangan sepenuhnya hanya “akan menimbulkan ketegangan” sementara mentri muda urusan hak asasi, Rama Yade, mengatakan ia akan menerima larangan bila ditujukan untuk melindungi wanita yang mengenakan burka.
Dewan Muslim Perancis mengkritik debat itu.
“Mengangkat masalah seperti ini, melalui komisi parlemen, adalah cara melakukan stigma terhadap Islam dan Muslim di Perancis, kata Mohammed Moussaoui, kepala Dewan Muslim Perancis.
Pemeluk Islam di Perancis berjumah sekitar lima juta.
Sumber: BBC







