Sepakbola
United Tak Teradang Milan
Thursday, 11/03/2010 - 05:24 WIB - Oleh: Roni Muchtar
Butuh menang dengan selisih minimal dua gol, AC Milan gagal menunjukkan kecemerlangan penampilan dan tersungkur di kaki Manchester United, 4-0. Pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions ini, Milan menempatkan Daniele Bonera di sentral pertahanan menggantikan Alessandro Nesta yang cedera. Sementara itu, United memainkan Antonio Valencia sejak menit pertama.
United tampil dengan senjata yang tidak muncul di Old Trafford dua pekan sebelumnya, yakni kecepatan. Tampil dengan tempo tinggi, United memaksa lini permainan lawan tak bergerak dari wilayah pertahanan sendiri.
Milan sempat mengejutkan ketika Ronaldinho menyundul umpan tendangan bebas Marco Borriello yang tak disapu bersih Darren Fletcher. Sayangnya, meski Edwin van der Sar sudah mati langkah, bola melebar tipis dari sasaran.
Setelah dua kali percobaan lewat tendangan jarak jauh Gary Neville dan Rooney, United memetik gol pertama pada menit ke-13. Mirip dengan proses gol di Old Trafford, Neville memberikan umpan silang yang membelah pertahanan Milan. Tanpa pengawalan berarti dari Bonera dan Thiago, Rooney tanpa kesulitan melesakkan bola ke gawang Abbiati melalui sundulan kepala
Gol tersebut memaksa Milan harus mencetak tiga gol ke gawang tuan rumah. Namun, tetap saja Rossoneri sulit mengembangkan permainan. Wakil Italia itu tak bisa menahan bola berlama-lama saat memasuki wilayah pertahanan United. Hanya mencoba variasi serangan lewat umpan-umpan panjang, Milan gagal mengancam gawang Van der Sar sama sekali.
Tidak ada peluang berarti hingga turun minum, United langsung menggebrak ketika babak kedua dimulai.
Nani beraksi di sayap kiri dan memberikan umpan silang mendatar yang membuat Rooney tinggal berhadapan dengan Abbiati. Tanpa kesulitan, Rooney menggandakan keunggulan United. Ini gol keempat Rooney ke gawang Milan dalam dua pertemuan.
Menit 54, Milan memperoleh peluang menciptakan gol balasan. Sayangnya, meski sudah berdiri bebas, Klaas-Jan Huntelaar gagal menyundul bola tepat sasaran.
Lima menit berselang, kemenangan United kian nyata. Umpan akurat Paul Scholes dimanfaatkan dengan baik oleh Park Ji-sung. Gelandang pekerja keras asal Korea Selatan itu melesakkan bola ke pojok kanan gawang Abbiati.
Tertinggal tiga gol, Leonardo mencoba memainkan seluruh kartu andalan yang tersisa. Setelah Clarence Seedorf masuk menggantikan Bonera pada awal babak kedua, mantan idola Old Trafford, David Beckham, dipentaskan ke atas lapangan. Beckham menggantikan Ignazio Abate, sehingga posisi Mathieu Flamini ditarik ke belakang.
Satu pergantian lagi, Filippo Inzaghi dimasukkan untuk mengganti Borriello, yang tampil tidak dalam permainan terbaik. Milan tampaknya mencoba menciptakan mukjizat.
United sebaliknya. Sir Alex Ferguson memilih mengistirahatkan sang bintang lapangan dengan memperkenalkan Dimitar Berbatov, serta memberikan kesempatan kepada Rafael da Silva dan Darron Gibson untuk mencicipi kancah Eropa.
Pada separuh akhir babak kedua, Milan lebih leluasa mengembangkan pola serangan. Menit 74, Beckham melepaskan tendangan voli yang tepat mengarah kepada Van der Sar. Peluang ini hanya menghasilkan tendangan penjuru.
Di tengah semangat dan upaya menciptakan gol, gawang Milan kembali bergetar. Mirip dengan semua proses gol sundulan yang diawali dari umpan silang di sektor sayap, pertahanan Milan tertidur dan tak ada yang mencegah Fletcher saat menyambut umpan Rafael.
Gol pada menit ke-88 itu menutup kemenangan United sekaligus memberikan satu tiket ke babak perempat-final.
Susunan pemain:
United Van der Sar; Neville / Rafael (66′), Evra, Ferdinand, Vidic; Fletcher, Scholes / Gibson (73′), Park, Nani, Valencia; Rooney / Berbatov (66′).
Milan Abbiati; Abate / Beckham (64′), Jankulovski, Bonera / Seedorf (46′), Thiago; Ambrosini, Pirlo, Flamini; Ronaldinho, Huntelaar, Borriello / Inzaghi (69′).
Sumber: GOAL







