Musik & Film

Album Kompilasi Indiefest 4 Diluncurkan

Sunday, 21/03/2010 - 02:49 WIB - Oleh: Roni Muchtar

L.A. Lights Indiefest kembali meluncurkan album yang berisi karya original dari sepuluh band indie terbaik Indonesia. Peluncuran L.A. Lights Indiefest Compilation Album 2009 Vol.4 ini bersamaan dengan sebuah pesta musik di Sasana Budaya Ghanesa (Sabuga) Bandung, Sabtu 20 Maret 2010.

“Kami merasa bangga L.A. Lights Indifest dapat terus konsisten dan selalu mendapatkan sambutan baik. Kami juga banyak melihat band baru yang berpotensi dan menyuguhkan karya originalitasnya,” ungkap Diopsaputra, Project Officer L.A. Lights Indiefest.

Dio berharap album ini bisa didengar seluas-luasnya baik oleh pecinta musik Indonesia maupun internasional. Apalagi kontribusi Indifest semakin konsisten dari tahun ke tahun. Pada tahun ke-4 ini ada 2.000 demo musik yang masuk ke panita. Selain itu, peserta tidak hanya datang dari pulau Jawa tetapi juga dari berbagai daerah di pelosok Tanah Air.

Menurut Irwan Edianto, Production Director dbb/vertigo, panitia penyelenggara L.A. Lights Indiefest Festivesound 2010 ini, banyak warna yang ditampilkan oleh peserta untuk album yang baru saja diluncurkan.

Dari 2.000 demo musik, lanjut Irwan, diambil sepuluh band terbaik yang menyuguhkan keunikan tersendiri dibandingkan yang lainnya.

“Dalam tahap penjurian, setiap band dinilai kreativitas lagu, streaming vidio, dan dari packaging-nya apakah mereka ada perbedaan dengan yang lain atau tidak,” katanya.

Setelah itu setiap band harus tampil secara live di tiap event yang dibuat oleh panitia agar bisa dinilai penguasaan panggung serta bisa langsung berhadapan dengan massa.

Dalam Album ini ada Coffe Reggae Stone yang membawa aliran musik reggae, Black Stocking dengan musik trihop, dan Dharma yang memadukan musik blues dan rock n roll. Sandra salah satu band dari Jakarta membawakan musik dengan format akustik. Berbeda dengan Lars yang juga berasal dari Jakarta mereka lebih memilih untuk ber pop rock.

Dua band asal Bali, Gecko dan Pyschofun, memilih aliran pop alternative dan Pop punk. Tidak hanya itu, hadir juga Arah yang beraliran pop emokustik dan Eiffel dengan funky pop-nya, serta satu band metal asal Bandung, Mortified, sehingga membuat album kompilasi ini lebih berwarna.

Sumber: vivanews

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index