Internasional

Kru Kabin British Airways Mogok Kerja

Sunday, 21/03/2010 - 02:57 WIB - Oleh: Roni Muchtar

Setelah gagal menemukan kata sepakat dengan manajemen, kru kabin perusahaan penerbangan asal Inggris, British Airways, melancarkan aksi mogok sejak hari ini dan berlangsung selama tiga hari. Namun, British Airways menyatakan siap menerbangkan 60 persen penumpangnya pada akhir pekan ini.

Melalui video di situs perusahaannya, Chief Executive British Airways Willie Walsh meminta maaf kepada penumpang atas gangguan itu. Dia mengatakan perusahaan telah bersiap dan akan mengeksekusi rencana cadangan dalam operasi penerbangan.

“Kami akan menerbangkan penumpang sebanyak mungkin. Kami akan menerbangkan kalian dengan selamat dan nyaman,” ujarnya. Namun, Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Tony Woodley menuduh Walsh tengah menyatakan perang terhadap serikat.

Perusahaan telah menyiapkan seribu staf sebagai kru kabin sementara, mencari penerbangan dari perusahaan lainnya, dan menyewa pesawat dan kru untuk mengisi rute lainnya. Sejumlah kru, termasuk yang bekerja di penerbangan jarak jauh di bandara Gatwick dan bandara kecil lain di kota London, tak ikut serta dalam pemogokan ini setelah mereka sepakat dengan perubahan proposal.

Mengantisipasi berkurangnya permintaan, fluktuasi harga bahan bakar, dan meningkatnya kompetisi dengan penerbangan biaya murah, British Airways berencana memangkas jumlah kru kabin untuk menghemat 62,5 juta pounds atau US$ 19 juta. Setiap hari British Airways menerbangkan 70 ribu penumpang, dan berharap bisa menerbangkan 49 ribu penumpang selama pemogokan.

Penerbangan ke Tel Aviv, Israel Jumat malam merupakan yang terakhir meninggalkan bandara Heathrow sebelum mogok resmi dimulai pada tengah malam. Kru juga berencana menggelar mogok empat hari di akhir bulan ini. Analis memperkirakan British Airways akan mengalami kerugian lebih dari 25 juta pounds atau US$ 37 juta akibat pembatalan tiket dan rencana cadangan perusahaan.

Sumber: TEMPO

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index