Nasional

Harga Listrik, Gas dan BBM Akan Bebas Subsidi 2014

Monday, 22/03/2010 - 13:16 WIB - Oleh: Roni Muchtar

Pemerintah akan menetapkan harga gas, listrik, dan bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan harga keekonomiannya mulai 2014-2015 dengan mengubah pola subsidi harga yang diberikan selama ini. “Saya kira baik untuk listrik, baik migas, dan BBM — satu lagi saya lupa — pada 2014-2015 (bisa diterapkan) praktek bersama tentang harga keekonomian,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh usai melantik tiga pejabat eselon II baru di Jakarta, Senin.

Dengan demikian akan terjadi penghematan penggunaan energi oleh masyarakat, katanya. Untuk itu, kata Darwin, pemerintah akan mengubah pola subsidi harga energi menjadi subsidi pada golongan yang tidak mampu saja. “Itu rencananya,” ujar Darwin.

Sementara pola subsidi baru itu dirumuskan, pemerintah akan memberikan pemahaman pada masyarakat terkait harga keekonomian energi.

“Harga keekonomian itu penting sebagai indikator agar orang bisa lebih efisien, termasuk dia yang tidak mampu dan perlu dilindungi perlu sadar mengenai harga keekonomian. Karena kita tahu kalau agak mahal (harganya), maka dia akan hemat,” tuturnya.

Hati-hati

Pada kesempatan itu, Darwin mengatakan, pemerintah akan mengambil sikap hati-hati dalam menaikkan tarif dasar listrik (TDL) dengan melakukan konsultasi dengan DPR terkait rencana tersebut.

“Kenaikan TDL baru diadakan simulasi agar kenaikannya dapat dipikul. Itu sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah. Itupun masih akan dikomunikasikan dengan wakil rakyat,” katanya.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga merumuskan kompensasi kenaikan TDL bagi pelanggan tidak mampu yang mengkonsumsi listrik di bawah 900 Watt dan usaha mikro kecil.

“Kompensasi apa masih akan dirumuskan bersama Menteri Keuangan dan menteri-menteri terkait lain. Kan kita ketahui yang tidak mampu bukan hanya masyarakat rumah tangga, tapi juga usaha kecil. Yang mikro itu juga banyak yang tidak mampu. Bagaimana kompensasinya pada waktunya akan diputuskan,” jelasnya.

Sumber: ANTARA

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index