Fotografi, Teknologi
TIP & TRIK KAMERA LOMO
Saturday, 03/04/2010 - 12:25 WIB - Oleh: Saiful Azhari
1. Visualisasikan kreativitas dan imajinasi anda
Tuangkan ekspresi dan imajinasi anda
sebelum memotret dengan Holga dengan menentukan:
a. Bagaimana format gambar yang akan disajikan?
Tentukan format ini sebelum kita memasang film, karena pada saat
film sudah dipasang di dalam kamera, mask format gambar tidak
dapat diganti.
Format 6×6
Format 6×4.5
Format 35mm + Sprocket Hole*
atau tanpa Mask.
_________________________________________________________
________________________________________________________
b. Menggunakan jenis film apa?
Negatif Colour, BW atau Positif (Slide)…
________________________________________________________
_________________________________________________________
Hasil gambar yang kita peroleh sangatlah ditentukan oleh ketiga
media film diatas, karena pada dasarnya masing2 film memiliki
karakteristik yang berbeda. Hal tersebut menuntut kita untuk lebih
jeli dan bijak dalam menggunakan film jenis mana yang tepat untuk
objek tertentu, seperti pada situasi ketika memotret “human
interest” maka film BW dirasa lebih serasi dan ekspresif untuk
digunakan, lantas bukan nya menjadi haram jika kita menggunakan
negatif/slide di situasi tersebut.
Namun jika hasrat kita ingin lebih menonjolkan keunikan “false
color” dari proses lab “X-Pro” atau “Cross Processing” cobalah slide,
selain menonjolkan warna-warna yang tidak lazim, slide juga
membuktikan ketajaman gambar yang superb. Cobalah berbagai
macam slide dari brand yang berbeda untuk mendapatkan “false
colour” yang berbeda pula.
c. Light leak…??
_________________________________________________________
Light leak adalah suatu keadaan
kesalahan (gagal) dimana film ter-
ekspose cahaya yang tidak
seharusnya terjadi, yang mana
light leak di Holga adalah
manifestasi nyata dari jeleknya
konstruksi body kamera sehingga
masih memiliki celah untuk cahaya
masuk dan mengenai bidang film.
Umumnya light leak muncul di
Holga masa produksi lama sebelum
tahun 2002, untuk kualitas Holga
produksi sekarang ini masih banyak diperdebatkan oleh para
pengguna-nya. Perlu diingat proses unloading film dari Holga harus
lebih teliti dan hati2 karena jika ada sedikit kesalahan, film juga
dapat ter-ekspose cahaya alias terbakar.
Seperti yang diungkapkan sebelumnya light leak pada awalnya
adalah “kesalahan”, namun pengguna Holga pada umumnya
menganggap light leak adalah efek “sakral” yang menambah nilai
estetis dari Holga.Bagi saya pribadi, saya lebih memilih absen nya
light leak dalam foto-foto yang di hasilkan ketika menggunakan
Holga, toleransi light leak bagi saya sebatas gambar “occasional”
semata.
Bagaimana dengan anda??
2. Kenali Cahaya & Gunakan ISO Film Yang Tepat
Setelah kita berada di spot pemotretran, lalu kita sudah
memperkirakan objek apa saja yang bakal direkam dan sebelum kita
“jeprat sana, jepret sini”, kita sebaiknya mengenali dan menganalisa
intensitas cahaya di sekitaran spot tersebut. Lalu, tentukanlah ISO
film yang tepat untuk digunakan sehingga bisa meminimalisir
kesalahan baik itu foto yang under-exposed atau over-exposed.
Sebaiknya di Holga untuk all-day shooting menggunakan ISO 400
sebagai solusi “mencari aman”.
3. Pemasangan Film 120
____________________________________________________
Pastikan sekali lagi sebelum memajukan film ke angka “1”, jika film
sudah terpasang dengan benar, apakah ujung film sudah terkait
kencang dengan spool film (sebelah kanan). Putar beberapa “klik”
dan pastikan film maju dengan lurus dan sejajar dan di posisi tengah
mask, usahakan agar lembar film tidak terlalu kendur ketika diputar.
Lihat kembali counter window apakah sudah di preset yang tepat.
4. Jangan Lupa Melepas Lens Cap
Hal yang terlihat sangat simple namun berakibat cukup fatal, ketika
kita lupa melepas lens cap (tutup lensa) di Holga. Kenapa? Karena
viewfinder yang ada pada Holga tidak WYISWYG, pada saat mengintip
di viewfinder kita masih mendapatkan citra walaupun lensa masih
tertutup, berbeda dengan medium SLR yang konsep viewfinder nya
TTL (Through The Lens).
Pernah saya alami kejadian konyol tersebut, hampir 8 frame saya
ambil dengan kondisi lensa tertutup dengan lens cap. Untung saja
saya segera menyadari-nya.. mau-tidak-mau saya harus re-compose
frame yang telah saya ambil sebelumnya.
5. Pastikan Zona Fokus Berada di Preset Yang Benar
Fokus adalah saah satu hal yang krusial dalam proses pengambilan
gambar, Holga tidak mempunyai fungsi untuk menentukan titik
fokus yang umumnya kita temui pada format SLR AF, melainkan
Holga memiliki fungsi pengaturan fokus menggunakan “zona jarak”
yang terletak di ring lensa. Sebaiknya disarankan kita mulai untuk “
berhitung” jarak antara kamera dengan objek yang akan kita foto,
dan terkadang kita lupa untuk memutar ring fokus di preset yang
tepat ketika memotret objek dengan jarak yang berbeda, keteledoran
itu yang menyebabkan hasil foto menjadi kurang tajam (out of
focus). Berikut skema jarak fokus ideal pada masing-masing preset.
_________________________________________________________
_____________________________________________________________
6. Pastikan Aperture Yang Sesuai
_________________________________________________________
Kombinasikan fungsi aperture
Holga dengan ISO film dan
shutter speed yang akan dipakai
untuk menghasilkan eksposure
yang tepat. Simple-nya, aperture
Holga ada 2 tipe bukaan, f/8 (
Cloudy) dan f/11 (Sunny).
Gunakan fungsi bukaan f/8 (
Cloudy) jika memotret dalam
keadaan “under shade”, dan f/11
(Sunny) jika matahari cerah
bersinar. Disarankan jika
menggunakan mode BULB, untuk merekam “light trail” cobalah set
aperture di f/11, agar mendapatkan speed yang sedikit lebih lama.
Bandingkan juga hasil ketajaman gambar dari kedua aperture
tersebut. __________________
7. Pemilihan Objek yang Selektif
______________________________________________________________
Pemilihan objek yang selektif
sebaiknya disertai dengan eksekusi
dengan penentuan komposisi dan
angle yang tepat. Umumnya, foto
yang nyaman untuk dinikmati itu
dikarenakan unsur komposisi yang
OK!, baik itu dari penempatan
objek, permainan garis, perspektif,
warna, dll. Lalu, ingin foto tampil
lebih UNIK? Cobalah angle yang
berbeda, low angle; high angle
atau terserah sesuai imajinasi
anda? Tapi sebelum kita mencoba untuk mendobrak patokan/rules
yang telah ada, sebaiknya kita mengetahui dan mempelajari-nya
terlebih dahulu, sehingga pada akhirnya kita tidak salah kaprah.
———————————————————————————-
—————-
9. Pelajari Viewfinder
Bagi sebagian pengguna Holga 120, mereka tidak terlalu
memperdulikan fungsi viewfinder dikarenakan fungsi viewfinder
yang tidak terlalu akurat dalam menyampaikan citra. Tetapi itu
semua seharusnya menjadi hal yang sepele jika kita berniat untuk
lebih meng-analisa, dikarenakan posisi viewfinder Holga berada di
sebelah kiri lensa maka jika kita memposisikan objek di “CENTER”
dari hasil intipan viewfinder, sebetulnya objek tersebut posisi-nya
cenderung lebih ke “KIRI” (± 10% dari cakupan viewfinder). Jadi
pertimbangkan kembali untuk mengkomposisikan kembali frame
tersebut sedikit ke-arah kanan (± 10% dari cakupan viewfinder).
**Sumber : koelitinta.com







