Sepakbola
Mourinho: Saya Bukan Harry Potter
Thursday, 02/09/2010 - 08:27 WIB - Oleh: Roni Muchtar
Partai perdana La Liga dilewati Reak Madrid dengan hasil kurang memuaskan. Madrid tidak mampu membobol gawang Real Mallorca dan pertandingan tersebut berakhir tanpa gol. Sedangkan Barcelona, seteru utama Madrid, menang telak 3-0 dari Racing Santander. Kredibilitas Jose Mourinho sebagai pelatih bertangan dingin dipertanyakan.
Mourinho menganggap kinerjanya belum maksimal. Ia mengaku tim asuhannya masih banyak kekurangan di sana-sini. Satu hal, Mourinho mewanti-wanti suporter setia Madrid bahwa dirinya bukanlah pesulap yang bisa serta-merta menghadirkan keajaiban.
Mourinho ingat betul ketika menangani FC Porto dan Inter Milan, partai pertamanya dilalui dengan hasil seri. Tapi buah tangan dinginnya terwujud di Porto dan Inter. “Bukan soal bagaimana memulai musim kompetisi, tapi bagaimana mengakhirinya—dengan menjadi juara,” katanya enteng.
“Saya pelatih, bukan Harry Potter. Dia pesulap, tapi pada kenyataannya sulap itu tidak ada. Sulap fiksi dan hidupku ada di sepakbola yang jelas-jelas nyata,” imbuhnya. Selama bertugas, Mourinho selalu bisa membawa tim asuhannya menjuarai minimal liga domestik. Baik itu di Porto, Chelsea, maupun Inter.
Dalam dua tahun terakhir Madrid selalu gagal membawa pulang gelar juara. Tahun ini Mourinho dituntut mengembalikan kejayaan Madrid yang dalam dua tahun terakhir gemar mengumpulkan pemain bintang. Menurut Mourinho, tugasnya kali ini lebih berat. Terutama untuk mencungkil konsistensi Barcelona.
Kondisi internal juga tak selamanya mulus. Mourinho menyatakan, Mesut Ozil dan Sami Khedira, dua pemain Jerman yang dibeli musim panas ini, belum bisa beradaptasi maksimal. Perbedaan bahasa menjadi kendala utama. Cedera juga menghantui Kaka dan Cristiano Ronaldo. Dan masih menurut Mourinho, butuh kerja keras bagi setiap komponen Madrid untuk bisa melampaui Barcelona
Sumber: bSCTV







