Nasional
Presiden: Kekerasan Menambah Masalah
Thursday, 02/09/2010 - 08:30 WIB - Oleh: Roni Muchtar
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang berlebihan seperti aksi kekerasan dalam menyikapi masalah hubungan antara Indonesia dan Malaysia.
Menurut Presiden, kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, namun menambah masalah. “Kekerasan sering memicu terjadinya kekerasan lain. Harapan untuk selesaikan masalah ini dengan serius dan tepat tanpa aksi yang destruktif juga saya terima dari rakyat Indonesia yang saat ini berada di Malaysia,” kata Presiden di markas Besar TNI di Cilangkap, Rabu (1/9/2010).
Presiden mengaku bisa merasakan keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi masyarakat terkait insiden penangkapan tiga petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia. Presiden berjanji akan menuntaskan kasus itu.
“Indonesia akan terus dorong Malaysia untuk benar selesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu insiden dan ketegangan. Dengan dapat dicegahnya ketegangan, saya yakin persahabatan dan hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia akan berkembang lebih pesat,” kata Presiden.
Dalam pidatonya, Presiden kembali menegaskan bahwa pemerintah telah menangani insiden itu dengan cepat.
“Saya langsung beri berbagai instruksi. Pertama saya minta tiga petugas Kementrian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Kedua saya memerintahkan usut tuntas apa yang terjadi dalam insiden itu. Segera setelah itu, Menkopolhukam dan Mentri Luar Negeri lakukan tindakan cepat untuk tangani insiden itu,” kata dia.
Presiden mengatakan, “Terhadap insiden ini kita semua prihatin. Saya ingin masalah ini diselesaikan secara tuntas dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak, sistem pun telah bekerja.”.
Sumber: KOMPAS







