Nasional
LSI: Upaya Penanggulangan Ledakan Tabung Gas Buruk
Friday, 03/09/2010 - 11:04 WIB - Oleh: Roni Muchtar
Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, upaya pemerintah dalam menanggulangi ledakan tabung gas masih belum mampu memuaskan masyarakat.
Direktur Eksekutif LSI, Kuskrido Ambardi di Kantor LSI, Jakarta, Kamis (2/9), mengatakan, sebanyak 76,9 persen responden merasa kurang puas atau tidak puas sama sekali dengan upaya penanggulangan tersebut.
“Artinya, dari sepuluh orang yang mengetahui peristiwa ledakan tabung gas itu, kurang lebih delapan orang merasa kurang atau tidak puas dengan penanganan pemerintah,” katanya saat konferensi pers hasil survei tentang “Akuntabilitas Politik: Evaluasi Publik Atas Pemerintahan SBY-Boediono”.
Ia mengatakan, semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar proporsi mereka yang kurang atau tidak puas sama sekali dengan respons pemerintah dalam menangani masalah ledakan tabung gas.
Yang menarik, papar Kuskrido, proporsi pemilih Partai Demokrat yang kurang puas atau tidak puas sama sekali justru lebih tinggi sebesar 79,1 persen dibandingkan proporsi pemilih PDI Perjuangan sebesar 77,5 persen.
Menurut dia, dukungan politik mereka terhadap partai utama yang berada di pemerintahan tidak mengurangi penilaian negatif mereka terhadap pemerintah dalam penanganan ledakan tabung kompor gas.
“Sebaliknya, pemilih partai oposisi yaitu PDI Perjuangan tidak lebih galak dibandingkan dengan pemilih Partai Demokrat,” lanjutnya.
Ia juga mengatakan, temuan menarik lainnya, proporsi pemilih Partai Keadilan Sosial (PKS) yang merasa kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap cara penanganan pemerintah adalah yang paling tinggi sebesar 91,8 persen.
Sementara pemilih Golkar, lanjutnya, proporsinya paling rendah sebesar 69,6 persen.
Dalam acara tersebut juga hadir Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar, Priyo Budi Santoso, Sekretaris Jendral PDI Perjuangan, Pramono Anung, dan Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Haryono Isman.
Menurun
LSI dalam surveinya juga menyatakan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono terus menurun selama satu tahun masa pemerintahannya.
“Meski, mengalami kenaikan sekitar satu persen lima bulan terakhir Maret hingga Agustus 2010 ini, yakni 66 persen namun tren tingkat kepuasan masyarakat terus menurun,” kata Dodi, sapaan akrab Kuskrido Ambardi.
Sementara, tingkat kepuasan rakyat terhadap kinerja Wakil Presiden Boediono lebih bersifat fluktuatif, yakni sempat naik pada awal 2010 kemudian turun dan naik kembali pada Agustus 2010.
Dodi menyebutkan, faktor pendidikan tampaknya sedikit mempengaruhi terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden. Semakin tinggi tingkat pendidikannya, maka semakin rendah tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja Pemerintahan SBY-Boediono.
Namun, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada Agustus 2010, tingkat kepuasan masyarakat lebih tinggi yakni sekitar 66 persen dibandingkan yang tidak puas dengan kinerja Presiden SBY, yakni 32 persen dan yang tidak menjawab dua persen.
Sumber: ANTARA







