Internasional
Soal Duit, Hidup Jadi Rumit
Friday, 03/09/2010 - 11:02 WIB - Oleh: Roni Muchtar
Isu terbesar yang kini menghiasi udara kehidupan di Afganistan adalah soal bangkrutnya Bank Kabul. Rangkuman warta dari The New York Times, BBC, dan The Wall Street Journal pada Kamis (2/9/2010) menunjukkan mundurnya dua petinggi bank swasta itu yakni Sherkhan Farnood dan Khalilullah Ferozi menjadi pemicu antrean mengular para nasabah.
Mundurnya kedua tokoh itu dilengkapi dengan pertimbangan kalau bank tersebut punya utang lebih dari 300 juta dollar AS. Angka itu bahkan melebihi total aset bank itu.
Tak hanya itu, Bank Kabul adalah bank yang dipercaya mengurus gaji para pegawai negeri Afganistan. Kekhawatiran berlebih pun muncul. Seandainya Bank Kabul bangkrut, dampaknya akan besar bagi perekonomian Afganistan. Ratusan ribu nasabah termasuk sebagian besar pegawai negeri akan terkena dampak masalah bank ini. Soal duit, hidup seolah jadi rumit memang.
Sampai sejauh ini, kepanikan besar dapat dihindari. Akan tetapi, skala utang Bank Kabul masih belum jelas.
Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Abdul Qadir Fitrat sempat mengatakan pengunduran diri kedua tokoh itu dilandasi oleh kesukarelaan. Soalnya, berangkat dari reformasi perekonomian Afganistan, hanya bankir profesional yang diizinkan memegang jabatan operasional.
Kendati begitu, Fitrat mengakui pada sejumlah cabang para nasabah menuntut penarikan dana sehingga menimbulkan masalah. “Bank Sentral akan menyetor dana tambahan agar kecemasan masyarakat tidak terjadi lagi,” demikian Abdul Qadir Fitrat memberi jaminan.
Sumber: KOMPAS







