Kesehatan

Banyak Makanan Berformalin di Aceh

Friday, 29/04/2011 - 21:00 WIB - Oleh: [H!]Magazine

BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Banda Aceh menemukan sejumlah jenis makanan untuk anak-anak yang sebagian besar dijual di sekitar sekolah mengandung formalin dan bahan pewarna kimia. Dari hasil temuan, itu jenis makanan yang paling banyak mengandung formalin adalah mi.

Kepala BPOM Banda Aceh, Syamsudin, Jumat (29/4/11), mengungkapkan, dari hasil uji laboratorium terhadap 421 sampel jenis makanan yang banyak dijual di sekitar sekolah di beberapa wilayah Aceh ditemukan ada 13 jenis makanan yang mengandung formalin dan bahan pewarna kimia. Selain menjadi jajanan anak-anak, makanan tersebut juga banyak yang dijual ke masyarakat umum, terutama mi.

“Dari segi persentase, jumlah jenis makanan yang mengandung formalin ini memang tak banyak. Tapi, jenis makanan yang mengandung formalin ini adalah jenis yang paling banyak dikonsumsi, terutama mi,” kata Syamsudin.

Terkait temuan tersebut, BPOM Banda Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh, Jumat sore menggelar inspeksi ke sejumlah produsen dan penjual mie di Pasar Kampung Baru, Banda Aceh. Di tempat itu terdapat 4 produsen mi skala rumah tangga yang diduga memakai formalin sebagai bahan pengawet.

“Dari hasil uji laboratorium kami di Pasar Kampung baru ini ada 4 pembuat mi yang positif produknya mengandung formalin. Karena itu, dalam inspeksi ini kami mendata dan kembali mengambil sampel untuk diuji kembali. Kalau tetap menggunakan, akan ada sanksinya,” kata dia.

Abu Bakar Ismail (50), salah seorang produsen mi di Pasar Kampung Baru mengaku menggunakan bahan pengawet, namun bukan formalin, melainkan abu dan garam. Dua bahan itu dicampur ke dalam air dan digunakan untuk merebus mi. Bantahan juga disampaikan Rahmatullah, produsen lainnya yang bersikeras tak memakai formalin.

“Dari dulu kami pakai air abu dicampur garam. Tak pernah pakai formalin,” kilah Abu Bakar.

Namun, petugas BPOM Banda Aceh yang ikut inspeksi tersebut tak begitu saja percaya. Mereka tetap mengambil sampel dari dua produsen tersebut. Terlebih, tampilan fisik mi dari para produsen itu mencurigakan. Selain mengkilap dan berbau menyengat, mi yang didapat juga lebih kenyal dari mi biasa.

“Untuk memastikannya kami akan menguji lab lagi,” kata Syamsudin.

Bahan formalin sangat berbahaya jika dikonsumsi karena dapat memicu kanker dan berbagai jenis penyakit lainnya. Formalin sangat reaktif di dalam tubuh. Efeknya dapat dengan mudah memicu kanker, kata dia.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Ilizza Saaduddin, mengatakan, menunggu hasil uji BPOM Banda Aceh terhadap produk mi sejumlah produsen mi. Jika postif memakai formalin, maka akan akan dilakukan proses hukum pidana.

“Kami juga meminta agar produsen tak lagi memakai ini. Mi adalah jenis makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat Aceh. Kalau sampai mengandung formalin akan sangat berbahaya bagi kesehatan,” kata dia.

Sumber: Kompas.com

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index