Aceh Hari Ini
Pembangunan Barak Tangse belum Jelas
Friday, 29/04/2011 - 08:50 WIB - Oleh: [H!]Magazine
SIGLI – Memasuki masa tanggap darurat kelima (28 April–9 Mei 2011) proses pembangunan barak untuk korban banjir bandang di Kecamatan Tangse, Pidie, hingga kini belum dilakukan. Bahkan, hingga saat ini Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk proyek tersebut belum jelas. Pada bagian lain, logistik untuk para korban banjir itu juga mulai menipis.
“Pihak BMCK Pidie mengusulkan barak berukuran 4×4 meter persegi, sedangkan BNPB pusat menolak, mereka menginginkan ukuran 3×8 meter persegi,”ujar Sekda Pidie, M Iriawan SE menjawab Serambi, Kamis (28/4).
Oleh sebab itu, sebut Sekda, saat ini Kepala BMCK (Bina Marga dan Cipta Karya) Pidie masih berada di Jakarta melakukan koordinasi dengan pihak BNPB pusat terkait RAB pembuatan barak.
Seperti diketahui sebelumnya, Ketua BNPB pusat, Dr Syamsu Ma’arif dalam kunjungan kerja ke Tangse pada 20 April 2011 menyerahkan dana sebesar Rp 4,7 miliar untuk pembangunan barak. “Kita harapkan barak segera dibangun, pengungsi tidak lagi tinggal di tenda,” katanya.
Maka itu, Sekda Pidie M Iriawan mengaku, hingga kini RAB barak Tangse masih menunggu persetujuan pusat. Malah BNPB juga minta supaya digunakan triplek ukuran 12 mili jangan dipakai ukuran 9 mili.
“Tadinya kita targetkan satu barak bisa menelan biaya sebesar Rp 22 juta, tetapi jika ada perubahan RAB lagi bisa jadi biayanya melebihi dari angka Rp 30 juta per barak. Kita perlu koordinasi lagi dengan pusat,”kata Sekda Pidie yang juga Kepala Koordinator Posko Induk korban banjir Tangse.
Dia menargetkan, proses pembuatan barak dipastikan tidak dapat rampung 20 hari seperti yang dikatakan sebelumnya. “Kami harapkan kesabaran warga Tangse menunggu, karena sampai kini harapkan kordinasi segera selesai,” katanya.
Logistik menipis
Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos mengatakan, hingga kini stok logistik untuk korban banjir di Tangse mulai menipis. “Stok yang ada di kantor camat Tangse sekarang ini cukup untuk 12 hari ke depan. Sangat menipis sekali,” ujarnya. Apriadi mempersilakan, pihak masyarakat ingin memberikan bantuan untuk korban banjir Tangse dapat segera menyalurkan karena stok logistikpun menipis. “Kita sangat harapkan donator dapat segera membantu,” katanya.
Di samping itu, Apriadi menginformasikan, hingga kini pihaknya sedang mengerahkan penanganan putus jalan di Pulo Kawa-Neubok Badeuk, Tangse. “Kita kerahkan alat berat untuk mengatasi putus jalan di sana. Sedangkan di tempat lain dipastikan mulai lancer, kecuali ada hujan lagi pastilah longsor lagi karena kondisi tanah di sana sangat labil,” katanya.
Bulog siap
Di tempat terpisah, Kepala Sub Divire Perum Bulog Sigli, Drs HM Ridha Arief mengungkapkan, pihaknya siap membantu korban Tangse, hingga saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 7.133 ton. Dengan asumsi kebutuhan penyaluran beras 1.100 ton per tahun akan dapat mencukupi stok hingga enam bulan ke depan.
“Jika dibutuhkan Pemkab Pidie dalam hal ini dinas sosial silahkan meminta kebutuhan beras untuk Tangse. Sebelumnya saat masa panik pascabencana Bulog sudah menyalurkan sebanyak 14 ton. Setiap tahun adanya CBP (Cadangan Beras Pemerintah) sebanyak 100 ton per tahun,” tutur HM Ridha Arief di kantornya, kemarin.
Sumber: Serambinews.com







