Sepakbola

‘Timnas’ Aceh Pulang Kampung

Friday, 29/04/2011 - 10:18 WIB - Oleh: [H!]Magazine

BANDA ACEH – Sebanyak 12 pemain ‘Timnas’ Aceh pulang kampung bersama dua orang guru mata pelajaran serta lima penjemput setelah belajar ilmu sepakbola selama tiga tahun di Paraguay. Sedangkan 18 pemain lainnya yang telah bergabung dengan klub-klub di Paraguay dan Argentina, dijadwalkan kembali ke Aceh pada Oktober nanti.

Pesawat yang membawa mereka mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, tepat pukul 13.45 WIB, Kamis (28/4) kemarin. Di antara anggota rombongan tampak Asisten II Pemerintah Aceh Teuku Said Mustafa, Kabid Olahraga Dispora Aceh Nuzuli MS, Saiful Bahri (Diknas Provinsi Aceh) Amiruddin (Disdikpora Banda Aceh) dan Marzuki (Pengawas UN dari SMA Negeri 9 Banda Aceh).

Said Mustafa dalam arahannya menyatakan pengiriman para pemain ke Paraguay bertujuan untuk memajukan sepakbola Aceh supaya terkenal ditingkat nasional hingga internasional. Bahkan provinsi lain sangat ingin belajar dari Aceh tentang terobosan berani untuk mengirim para pemain sepakbola ke Amerika Latin. “Saya sudah lihat permainan anak-anak kita di Paraguay sangat bagus,” katanya.

Kabid Olahraga Dispora Aceh Nuzuli MS merincikan ke-12 pemain yang dibawa pulang, yaitu Satria Setiawan, Agam Rahmatillah, Sayuti, Zoel Fadli, Armiadi, Malem Budiman, Arief Hidayat, Hardiansyah, Gian Riandi Saputra, Foumi Syahreza, Feli Ariesta dan Zikrillah. “Sedangkan dua guru yang ikut pulang bersama pemain, yaitu Razali Hasan dan Cut Adek Fauziah,” ujar Nuzuli.

Sedangkan 18 pemain yang masih di tinggal di Amerikan Latin itu, yaitu Zikri Akbar di klub San Lorenzo di kompetisi Divisi I (Utama) Argentina. Selanjutnya Jalwandi, Muarif, Taufik Aqsar, Rahmat, dan Brian Muharram Setiawan yang bermain di klub Divisi II Paraguay, Fernando de Lamora. Rahmanuddin di klub Trilin Dense di Divisi II Paraguay. Pemain lain yang memperkuat klub Doce de Oktubre di Divisi III Paraguay, yaitu Ahmad Agung Fauzan, Andre Mulyadi, Nendi, Fadriansyah Firdaus, dan Imanda Putra.

“Sedangkan Randi Rizki bergabung dengan klub Primero de Majo di Divisi II Paraguay. Pemain lain Teuku Muhammad Iqbal Alfajri, Hadina Rivaldi Diaz (kiper rangking 1) dan Dede Ramadhan masuk ke klub Divisi IV Paraguay, Atlantida. Tim Atlantida merupakan penyuplai pemain terbanyak ke Timnas Paraguay. Dua guru yang masih disana, yaitu Mirza Afwadi dan Mahdalena,” ujar Nuzuli MS.

Didekati agen
Sementara itu, Gubernur Irwandi Yusuf yang dihubungi Serambi, tadi malam terkait dengan kepulangan 12 pemain “Timnas Aceh” yang berguru selama tiga tahun di Paraguai mengatakan, pihaknya menyambut baik terhadap keberhasilan yang dicapai “Timnas Aceh” itu.

“Bayangkan saja saat mendarat di Jakarta kemarin (Rabu malam-red) banyak para agency pemain sepakbola yang mendekati mereka dengan bujukan supaya bersedia untuk dikontrak oleh klub tanah air,” katanya.

Tentang adanya keinginan para klub untuk mengontrak para pemain “Timnas Aceh”, kata Irwandi, sangat terbuka lebar. “Sejauh mereka mau memenuhi perjanjian yang kita tawarkan tidak masalah bila ada klub di luar Aceh yang mau mengontrak mereka,” ujarnya.

Meskipun begitu, ungkap Irwandi, pihaknya tetap memprioritaskan mereka untuk bermain dan membela klub sepakbola di Aceh terlebih dahulu seperti, Persiraja, Aceh United, PSAP, PSSB, dan PSLS. “Karena mereka kita didik sampai ke negara Amerika Latin itu tujuannya untuk kemajuan sepakbola di Aceh. Maka kita mempriotaskan mereka bermain di club Aceh. Mungkin mereka juga akan memperkuat tim PON Aceh,” kata Irwandi.

Sumber: SerambiNews.com

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index