Aceh Hari Ini

Korban Banjir Keluhkan Tempat Tinggal

Thursday, 12/05/2011 - 14:00 WIB - Oleh: [H!]Magazine

TANGSE- Pemkab Pidie terus memacu pembangunan tempat Hunian Sementara (Huntara-red) bagi 226 Kepala Keluarga (KK) korban banjir bandang, Tangse.

Suryani, 34, korban banjir bandang Tangse, menyatakan dirinya sama dengan warga korban bajir bandang lainnya yang sangat mengharapkan segera dapat menempati Huntara. Sebab saat ini, ia dan keluarganya masih numpang tinggal di rumah saudaranya.

Namun hasrat untuk segera tinggal di Huntara hingga saat ini sepertinya masih tak jelas, sebab pembangunan barak pengungsian yang menelan dana Rp4,7 miliar bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat, tak kunjung selesai.

“Kami sangat mengharapkan tinggal di barak, tapi barak itu sendiri belum selesai dibangun. Tidak nyaman kalau kami terus menumpang hidup pada keluarga. Bagaimana pun lebih nyaman tinggal di rumah sendiri,” tutur Suryani.

Lukman, 32, korban banjir bandang lainnya mengungkapkan, hampir seluruh warga korban banjir bandang Tangse kehilangan pekerjaan. Karena itu untuk bangkit kembali dari keterpurukan, ia dan ratusan warga lainnya sangat berharap ada pihak dan donatur mau membantu modal usaha.

Sekda Pidie yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie M. Iriawan, kepada Waspada usai menerima bantuan tahap dua dari PT. Arun LNG, menegaskan pihaknya terus memacu penyelesaian pembangunan Hunatara yang saat ini sedang dikerjakan rekanan.

Huntara yang sedang dikerjakan dibangun di delapan titik, antara lain Desa Layan, Peunalam Satu, Desa Peunalom Dua, Desa Blang Dalam, Rantau Panyang, dan Desa Blang Pandak. Iriawan menargetkan pembangunan Huntara selesai dalam 20 hari. “Saat ini baru dua hari dikerjakan rekanan. Pantauan di lapangan rekanan baru siap mengerjakan tapak huntara dari semen,” jelas Sekda.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi, S.Sos menjelaskan, yang paling dibutuhkan warga korban banjir bandang adalah pembangunan kembali sejumlah saluran irigasi, pembersihan sawah, pembangunan jembatan dan jalan.

Ia menilai, apabila sarana dan prasarana tersebut sudah dibangun, masyarakat akan mudah kembali melakoni aktifitasnya, seperti bercocok tanam dan membawa turun hasil panennya.

Sumber: Waspada.co.id

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index