Bisnis & Ekonomi, Sepakbola

‘Gracias’ Persiraja

Monday, 23/05/2011 - 10:16 WIB - Oleh: [H!]Magazine

SOLO – Gracias Persiraja! Ungkapan ‘selamat’ dalam bahasa Spanyol itu sepertinya merupakan ungkapan yang tepat atas keberhasilan Persiraja menembus kasta tertinggi kompetisi sepakbola di Tanah Air. Kemenangan 1-0 atas Mitra Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur dalam laga semifinal Divisi Utama di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (22/5) malam, membuat tim berjuluk ‘Laskar Rencong’ itu berhak menggenggam tiket promosi ke Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012.

Bukan cuma itu, tim besutan Herry Kiswanto ini juga berpeluang menasbihkan diri sebagai kampiun Divisi Utama musim ini, jika mampu mengalahkan Persiba Bantul di partai final, Rabu (25/5) mendatang. Persiba Bantul sendiri lebih duluan melaju ke partai puncak usai membungkam Persidafon Dafonsoro 5-2 pada tarung semifinal pertama di sore hari.

Wartawan Serambi, Muhammad Hadi dari Solo, tadi malam, melaporkan, pahlawan kemenangan ‘Laskar Rencong’ dalam partai menegangkan tersebut adalah Fahrizal Dillah yang berhasil mencetak gol emas ke gawang Mitra Kukar lewat sundulannya di menit 30. Gol ini bermuda dari umpan panjang Irwanto ke mulut gawang Mitra Kukar yang melahirkan miskomunikasi antara kiper Amin Syarifuddin dengan center back Anderson da Silva. Fahrijal yang tak terkawal dengan cermat memanfaatkan situasi itu untuk menyundul bola ke gawang ‘Naga Mekes’ (julukan Mitra Kukar).

Pertandingan semifinal Divisi Utama itu memang sangat bersejarah. Bagaimana tidak, orang nomor satu di Pemerintahan Aceh yakni Gubernur Irwandi Yusuf, bersama anggota DPR RI Nasir Djamil, anggota DPRA Jufri Hasanuddin, Tgk Anwar, Sekretaris Umum Persiraja Atqia Abubakar, Nasir Gurumud, serta sederet tokoh Aceh lain, menyempatkan diri ‘terbang’ ke Solo untuk memberikan dukungan kepada perjuangan Mukhlis Nakata dkk. Bahkan, ratusan tifosi Persiraja yang tergabung dalam Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju (SKULL) juga tak mau ketinggalan dengan meramaikan Stadion Manahan.

Euforia kemenangan
Tak heran, begitu pluit tanda pertandingan berakhir ditiupkan wasit Djumadi Effendi dari Malang, Gubernur Irwandi Yusuf dan tokoh Aceh lainnya di tribun VVIP langsung berdiri dan bertepuk tangan meriah dalam euforia kemenangan.

Aura kegembiraan kontras terasa di lapangan saat Manajer Persiraja Adly Tjalok, Wakil Manajer Mahdi ‘Olo’ Rusli, Pelatih Herry Kiswanto, Asisten Pelatih Sulaiman Romario, Effendi HT, Pelatih Kiper Sisgiardi, anggota DPRA Jufri Hasanuddin, ofisial tim, dan pemain cadangan langsung berhamburan ke tengah lapangan.

Pemandangan haru dan membanggakan langsung terlihat jelas tatkala antarsesama pemain, unsur pelatih, pengurus Persiraja, dan ofisial tim, saling berpelukan. Di sisi lain, sebagian pemain seperti Mukhlis Nakata hingga Diallo Abdulaye Djibril, serta para ofisial tim sempat bercucuran air mata bahagia menyambut momen bersejarah tersebut. Arsitek Herry Kiswanto yang menjadi sutradara di balik kesuksesan ‘Lantak Laju’ menjadi sasaran pemain dalam meluapkan kegembiraannya.

Secara beramai-ramai, pelatih bertangan dingin kelahiran Banda Aceh itu diangkat dan dilempar ke atas pemain. Perlakuan itu merupakan bentuk terima kasih pemain atas kerja keras Kang Herry yang telah meloloskan Persiraja ke Liga Super Indonesia untuk pertama kali sejak kompetisi sepekbola terelit di Tanah Air itu digulirkan pada tahun 2008.

Tapi, keberhasilan itu tidak membuat sang juru taktik, Herry Kiswanto membusung dada. Ini terlihat dalam konferensi pers usai pertandingan. Pria yang disapa Kang Herry ini justru memuji perlawanan yang diberikan oleh Mitra Kukar. Hanya saja, pujian spesial tetap ditujukan kepada perjuangan Andria Cs yang tak kenal lelah untuk tampil habis-habisan dalam setiap pertandingan.

“Saya terharu dan gembira karena para pemain yang sebagiannya notabene cuma anak-anak kampung, punya semangat tinggi untuk membela tim kesayangannya. Padahal, lawan kami adalah tim yang punya pemain berpengalaman dalam sepakbola. Kami akan siapkan tim untuk menghadapi final, tapi untuk saat ini biarlah anak-anak menikmati keberhasilan ini,”ujar Kang Herry.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Pelatih Mitra Kukar, H Assegaf Razak mengatakan, para pemainnya telah berjuang semaksimal mungkin sejak babak pertama bergulir. Tapi, hingga pertandingan usai, timnya harus mengakui kemenangan Persiraja 1-0.

“Para pemain kami sudah berusaha mencetak gol, tapi pertahanan Persiraja cukup kuat. Bahkan, serangan dari berbagai sektor juga tidak mampu menembus rapinya pengawalan yang dilakukan pemain Persiraja,” ulas Assegaf mewakili Pelatih Benny Dolo.

Sementara itu, Manajer Persiraja Adly Tjalok menyatakan, kemenangan ini patut disyukuri karena salah satu dari dua target telah tercapai, yaitu lolos ke Liga Super Indonesia. Sedangkan, satu lagi target yang diburu adalah menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia musim 2010/2011.

“Alhamdulilah, kemenangan ini adalah berkat perjuangan pemain dan kekompakan kita semua termasuk doa dari masyarakat Aceh. Tugas kami selanjutnya adalah menjuarai Divisi Utama. Ini merupakan kesempatan untuk mengembalikan kejayaan sepakbola Aceh tahun 1980-an,” demikian Adly Tjalok.

SUSUNAN PEMAIN
Mitra Kukar: Amin Syarifudin, Anderson Da Silva, Fahtul Rachman, I Gusti Ngurah Agung Bayu Sutha, Wijay, Yus Arfandy Djapar, Amsar Reza, Julien Mbom Mbom, Junaidi Tagor/Andri Yoga, Anindito Wahyu Erminarno/Rully Padengke, Franco Martin Hita.

Persiraja: Yudha Andika, Tong Mayega Elly Maurel, Irwanto, Mukhlis Nakata, Andria, Herisman, Qadar Usman, Abdul Musawir/Erik Saputra, Diallo Abdulaye Djibril, Fahrizal Dillah/Nanda Lubis, Cristian Bekatal.

Sumber: SerambiNews.com

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index