Aceh Hari Ini, Jalan Jalan

Pemko Aceh Perkenalkan Bandar Wisata

Wednesday, 15/06/2011 - 17:17 WIB - Oleh: [H!]Magazine

BANDA ACEH – Pemerintah kota Banda Aceh memperkenalkan bandar wisata Islami kepada peserta dialog pengembangan wawasan multikultural antar pemeluk agama pusat dan daerah yang diikuti oleh berbagai tokoh agama.

Sekretaris Daerah kota Banda Aceh, T Saifuddin, pada pembukaan dialog pengembangan wawasan multikultural antar pemeluk agama pusat dan daerah yang berlangsung di salah satu hotel berbintang di Banda Aceh, mengatakan bandar wisata Islami akan dapat membangun Banda Aceh menjadi kota yang islami, tertib, indah dan nyaman.

“Meski visi dan misi kota sebagai bandar wisata Islami bukan berarti non muslim tidak boleh tinggal di Banda Aceh, dari dulu hingga sekarang pemerintah kota Banda Aceh tetap ‘well come’ terhadap saudara-saudara non muslim,” kata T Saifuddin.

Kehidupan antar umat beragama di ibu kota provinsi Aceh itu sangat harmonis dan hidup rukun serta saling tolong menolong.

Menurutnya, selain dihuni oleh mayoritas pemeluk agama Islam di kota bandar wisata Islami itu terdapat berbagi pemeluk agama lain seperti Kristen Katolik, Kristen Protestan dan Budha.

“Selain 101 unit Masjid di Banda Aceh juga terdapat lima gereja, dua kuil dan satu klenteng,” katanya.

Pada forum dialog yang diikuti para pemuka agama Islam, Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Khonghucu dari berbagai daerah di Indonesia, T Saifuddin juga mengatakan sejak beberapa bulan terakhir warga kota Banda Aceh diresahkan dengan munculnya aliran sesat Millata Abraham.

Kelompok yang mengaku menganut ajaran Islam itu mengincar kalangan siswa SMA dan mahasiswa untuk menjadi pengikutnya.

Untuk mengantisipasi ajaran yang menyesatkan itu Pemerintah Kota Banda Aceh telah membentuk Komite Penguatan Aqidah dan Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI) yang beranggotkan 200 orang lebih yang terdiri dari berbagai unsur.

“Komite ini kami harapkan untuk mempertegas kembali kerukunan umat beragama dan mengantisipasi kelompok yang menyebarkan agama kepada orang-orang yang telah memiliki agama dengan dalih apapun,” katanya lagi.

Sumber: Waspada.co.id

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index