Aceh Hari Ini

Mitan Mahal, Warga Beralih ke Kayu Bakar

Monday, 11/07/2011 - 09:04 WIB - Oleh: [H!]Magazine

LANGSA – Mahalnya harga minyak tanah (mitan) di kawasan Kota Langsa membuat warga mulai mencari bahan bakar alternatif yang lebih murah. Warga Gampong Alue Beurawe-misalnya, kini ramai-ramai membeli kayu bakar dari para pencari kayu di hutan mangrove, sebagai ganti menggunakan gas dan minyak tanah.

Dilaporkan, kini harga mitan mencapai Rp 9.000/liter. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) hanya Rp 3.600/liter. Abdul Muthalib, seorang pencari kayu bakar mengatakan, ia setiap hari menyusuri hutan mangrove mencari kayu bakar untuk dijual. “Saya membawanya ke kedai di kampung, dan selama ini memang ada peningkatan permintaan kayu bakar,”katanya.

Ia menambahkan, mencari kayu juga tidak memiliki untung banyak. Paling hanya cukup untuk buat makan. Sulaiman, warga gampong Alue Beurawe juga mengatakan, sehari-hari mencari sendiri kayu bakar untuk dijadikan bahan bakar memasak di rumah. Kakek berusia 76 tahun ini terlihat masih lincah mengumpulkan kayu dari hutan bakau.

Menurutnya, ia sangat menikmati makanannya yang dimasak dengan kayu bakar, karena selain lebih harum, juga bisa lebih irit. “Saya tak perlu keluarkan uang sepersen pun. Cukup sebilah parang saja,” katanya. Beberapa tetangganya, kata Wakman, juga sudah beralih ke kayu bakar. Minyak sudah jarang ditemui, kalaupun ada juga mahal sekali.

Sumber: SerambiNews.com

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index