Aceh Hari Ini

Cut Meurah Mariana, Putroe Bungong 2011

Tuesday, 12/07/2011 - 11:24 WIB - Oleh: [H!]Magazine

Cut Meurah Mariana

BANDA ACEH – Cut Meurah Mariana, peserta dengan nomor urut 27, asal Kota Banda Aceh, berhasil meraih juara I dalam Lomba Putroe Bungong (Putri Bunga) Aceh 2011 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh di Museum Tsunami, Banda Aceh, Minggu (10/7) malam.

Juara II dan III masing-masing disabet Rizki Nasida nomor peserta 36 dari Banda Aceh dan Nurul Hidayati, nomor peserta 13 dari Simeulue. Pada saat itu diumumkan juga juara untuk kategori the best unique, the best catwalk, busana terbaik, juara favorit hingga juara harapan I, II, dan III yang semuanya digondol peserta dari Banda Aceh.

Icut, demikian panggilan akrab Cut Meurah, malam itu berhasil menyedot perhatian dewan juri dan ratusan penonton berkat tampilan busananya yang dirancang Fitriana dari Putroe Bungong Kande. Model dari Rumah Cantik Ida itu berhasil mengalahkan 36 peserta lainnya yang datang dari luar Banda Aceh. Di antaranya dari Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Bener Meriah, Simeulue, dan Aceh Jaya.

Malam itu Icut tampil dengan kande bermata cahaya tujuh. Kande alias kandil merupakan lampu bersejarah pada masa Kerajaan Samudera Pasai (sekarang Aceh Utara -red). Intan selaku master of ceremony (MC) pada malam itu sangat membantu menambah pemahaman juri dan penonton tentang apa itu kande, lewat sinopsis yang ia bacakan dengan suara bening. Bahwa Aceh menyimpan pusaka indah berupa lampu yang unik pada masa Kerajaan Samudera Pasai.

Sementara itu, Rizki dan Nurul, masing-masing hadir dengan karakter Putroe Bungong Tambo dan Kande (panyot). Tambo atau tambur (beduk) yang diusung Rizki di kepalanya mengingatkan penonton dan dewan juri akan benda yang dulunya selalu ada di meunasah atau masjid-masjid di Aceh. Tapi kini benda tersebut hampir punah, maka perlu terus dilestarikan, sebagaimana halnya kande atau panyot.

Sebanyak 36 peserta yang ikut pemilihan Putroe Bungong yang diadakan untuk kedua kalinya ini, merupakan rangkaian acara Banda Aceh Festival 2011.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banda Aceh, Nurshanty Mawardy saat membuka ajang pemilihan Putroe Bungong 2011 mengatakan, Putroe Bungong merupakan ajang pemilihan Putri Aceh. Even ini merupakan even yang baru pertama kali diadakan.

Menurut dia, acara ini perlu terus digelar untuk menyedot tamu berkunjung ke Banda Aceh. Malam itu beragam tampilan dihadirkan para kontestan Putroe Bungong 2011. Di antaranya Putroe Bungong Payong Aceh, Meriam Lada Sicupak, Ramphak, Kapal Apung, Sangee, dan Dalong, Lonceng Cakradonya, Kande, pelaminan adat Gayo, pelaminan Aceh, Kendi (Beberu Mah Keni), Pinto Aceh, Peteri Kepies, Pineung Meuplah, Bungong Ramphak, Kala, Meulue, Mundam, Kopiah Meukeutop, Krueng Aceh, dan Guci. Semuanya menakjubkan, tapi mata juri tetap lebih jeli menentukan mana yang paling mengesankan dan yang paling difavoritkan penonton.

Juara lainnya:
- The Best Unique, Siska dari Banda Aceh.
- The Best Catwalk, Wilda Nulhasanah dari Banda Aceh.
- Busana Terbaik, Wika Pratiwi dari Banda Aceh.
- Juara Favorit, Lisiah Nurahmi dari Banda Aceh.
- Harapan 1, Yayang Ayu Lestari dari Banda Aceh.
- Harapan 2, Syarifah Marhamah dari Banda Aceh.
- Harapan 3, Wilda dari Banda Aceh.

Juri putroe bungong:
- Amri (Ketua)
- Dra Mukhirah MPd (Anggota)
- Hj Yusriah (Anggota)

Sumber: SerambiNews.com

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index