Jalan Jalan

Wisatawan ke Danau Laut Tawar Melejit

Wednesday, 13/07/2011 - 06:42 WIB - Oleh: [H!]Magazine

BANDA ACEH – Masyarakat Aceh Tengah diminta berperan aktif merawat objek wisata Danau Laut Tawar di Takengon, sebagai upaya menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke dataran tinggi Tanah Gayo itu.

“Minat wisatawan berkunjung ke Aceh Tengah terutama untuk menikmati panorama alam objek wisata Danau Laut Tawar semakin meningkat, karenanya perlu peran masyarakat untuk merawatnya,” kata Kabag Humas Pemkab Aceh Tengah, Windi Darsa, tadi malam.

Disebutkan, kunjungan wisatawan nusantara pada masa liburan sekolah 2011 meningkat sekitar 20 persen dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Tujuan utama wisatawan nusantara ke Aceh Tengah itu, yakni ke Danau Laut Tawar.

Oleh karenanya, ia mengajak masyarakat memiliki tanggungjawab bersama untuk memelihara keindahan objek wisata alam tersebut terjaga.

“Saya meyakini jika keindahan panorama alam Danau Laut Tawar terjaga dengan baik, dan pantainya tidak dipenuhi sampah maka akan mampu menyedot kunjungan wisatawan tidak hanya nusantara tapi juga mancanegara,” katanya.

Ia menyebutkan, kika objek wisata berkembang pesat maka tidak hanya berkonstribusi bagi pendapatan daerah (PAD) tapi juga memberikan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama sekitar Danau Laut Tawar.

Danau Laut Tawar di Kecamatan Laut Tawar atau sebelah timur Kota Takengon dengan ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut itu merupakan danau terluas di Propinsi Aceh yang mencapai sekitar 5.472 hektar dan panjang sekitar 17 kilometer serta lebar 5,5 kilometer.

Akses menuju Takengon melalui jalan darat melintasi Kota Bireuen, dengan lama perjalanan sekitar empat atau lima jam. Selain dari Bireuen, juga bisa ditempuh melalui jalan alternatif, yakni dari Kutacane melintasi Gayo Lues.

Ketika ditanya terkait semakin banyaknya keramba ikan milik masyarakat di Danau Laut Tawar, Windi mengatakan, usaha budidaya tersebut tidak bisa dilarang karena bahagian dari pendapatan warga setempat.

Akan tetapi, perlu pengaturan agar keramba apung itu tidak semrawut sehingga dapat merusak keindahan Danau Laut Tawar. “Kita tidak mungkin melarang warga untuk membudidayakan ikan di danau sebab kegiatan tersebut bermanfaat bagi pendapatan mereka,” kata Windi.

Sumber: Waspada.co.id

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index