Jalan Jalan

Lampung Barat Tawarkan Wisata Konservasi Penyu

Thursday, 14/07/2011 - 15:15 WIB - Oleh: [H!]Magazine

LAMPUNG Barat menawarkan wisata konservasi penyu bagi wisatawan asing dan domestik yang berkunjung di kawasan pesisir.

“Kawasan pesisir menjadi lokasi konservasi penyu langka dunia, dan menjadi pemikiran kami untuk menggabungkan wisata bahari dan edukasi, sehingga pengunjung dapat mengenal lebih dekat hewan yang dilindungi oleh dunia tersebut,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Barat, Nata Djudin Amran, di Liwa, Lampung Barat, Kamis (14/7).

Dia menjelaskan, wisata konservasi penyu menjadi andalan Lampung Barat sebagai daerah tujuan wisata bahari.

Menurut dia, wisata konservasi tersebut dapat berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat akan spesies penyu langka yang dilindungi tersebut.

“Pengunjung yang datang di kawasan pesisir menyambut baik wisata yang disuguhkan itu, bahkan hampir setiap hari wisatawan asing dan domestik yang berlibur di pesisir menyempatkan diri untuk melihat penangkaran penyu dan mempelajarinya,” kata dia lagi.

Kawasan yang menjadi identitas Lampung Barat, lanjut Nata, menjadi upaya bagi pemerintah untuk lebih mengenalkan hewan langka dan mendekatkan pada masyarakat.

“Optimisme dari wisata yang ditawarkan ini, mampu memberikan dampak baik terhadap kelangsungan penyu di Lampung Barat, sebab semakin tinggi perhatian masyarakat terhadap spesies penyu, maka akan sangat kecil kemungkinan hewan ini punah,” katanya.

Kawasan Pesisir Lampung Barat menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Lampung menjadi lokasi penangkaran penyu langka dunia.

Kawasan yang menjadi penangkaran penyu berada Pekon (Desa) Muara Tembulih di Kecamatan Ngambur, Kabupaten Lampung Barat, memiliki pantai berpasir putih bersih dan panjang 3,5 kilometer merupakan pantai pendaratan yang diminati empat jenis penyu yang dilindungi. Dalam setahun terjadi dua kali musim pendaratan penyu, antara Februari-April dan Mei-Juli.

+ Index

+ Index

+ Index

+ Index